Guntur – Kepala Puskesmas Guntur 1 Saidah mengutarakan balita yang
terkena stunting rentan terinfeksi tuberculosis (TBC atau TB). Peran multi sector atau multi aktor sangat diperlukan bagi upaya pencegahan terhadap stunting dan TBC.
“Faktor terkena risiko TBC adalah gangguan gizi yang dapat menyebabkan gangguan system kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi,” ungkapnya saat ditemui usai seminar kelas eliminasi balita stunting di Aula Kecamatan Guntur, Jum’at (26/7/2019).
Untuk stunting, Saidah memaparkan memang masyarakat belum merasa bahwa stunting adalah masalah. Hal ini dikarenakan belum banyak yang mengetahui dampak dan anak tidak terlihat sakit.
“konsekuensi jangka panjang dari stunting pada anak usia dini akan berpengaruh pada kelangsungan hidup, pertumbuhan linear, perkembangan kognitif, kemampuan belajar di sekolah, produktifitas dan berat badan lahir,”terangnya.
Selain itu, Kepala PKM 1 menyampaikan upaya mengatasi faktor risiko yang diperlukan untuk mengatasinya dimulai dari kemiskinan perlindungan kesehatan khusus pada remaja putri, ibu dan anak serta kesetaraan dala keluarga.
